Saturday, June 22, 2013

Model Pembelajaran Terpadu

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU

Robin Fogarty (1991) dalam bukunya yang berjudul How to Integrate the Curricula, mengemukakan ada 10 model kurikulum terpadu. Kesepuluh model itu dibedakan menjadi 3 kelompok berdasarkan kadar keterpaduannya.

A.    Inter disiplin (within single disciplines) terdiri atas 3 model.
  1. Model Fragmentasi (Fragmented)
  2. Model Koneksi /Keterhubungan (Connected)
  3. Model Sarang (Nested)
B.     Antar disiplin (Across several disciplines)
  1. Model Berurutan (Sequenced)
  2. Model Patungan (Shared)
  3. Model Jala-jala/Jaring Laba-laba (Webbed)
  4. Model Untaian Simpul (Threaded)
  5. Model Integrasi/Keterpaduan (Integrated)
C.     Inter & antar disiplin (within and across learners)
  1. Model Intensif – fokus 1 bidaang (Immersed)
  2. Model Intensif & ekstensif fokus 1 masalah cakup berbagai bidang (Networking)
Model Fragmentasi (Fragmented)

¨      Model ini disimbulkan dengan gambar periskop. Artinya pandangan satu arah., fokus yang sempit untuk setiap disiplin atau mata pelajaran.
¨      Model ini diartikan sebagai suatu rancangan dimana setiap mata pelajaran disusun secara terpisah-pisah dan terdiri atas mata pelajaran yang berbeda-beda. Setiap mata pelajaran diajaarkan secara terpisah dengan tidak ada usaha untuk menghubungkan atau mengintegrasikan di antara mata pelajaran-mata pelajaran tersebut.
¨      Kelebihannya: a) Setiap mapel memiliki kemurniannya sendiri; b) Guru dpt menyiapkan bahan ajar sesuai bidang keahliannya dan dg mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaaskan dalam setiap pengajarannya; c) Organisasi kurikulum ini sederhana, mudah direncanakan, dilaksanakan, dan mudah dinilai.; d) Memudahkan pekerjaan guru.
¨      Kelemahannya: a) Siswa tidak dpt mengintegrasikan konsep-konsep yang sama; b) Keterkaitan konsep, keterampilan, serta sikap yang tumpang tindih tidak jelas, dan kurang terjadi transfer belajar pada situasi baru.
¨      Model ini cocok digunakan untu sekolah-sekolah besar dg bermacam-macam siswa, yg setiap tingkatnya siswa memiliki sasaran atau minat khusus terhadap mata pelajaraan yang disukainya. Cocok digunakan di Perguruan Tinggi.
¨      Contoh model ini:

ILMU SOSIAL

Daftar

Urutan
Peta
5
Populasi
2
Sistem Sosial
1
Masalah Geografi
6
Sistem Ekonomi
4
Revolusi Konflik
3

Model Keterkaitan (Connected)


¨      Model PT yang terfokus pada pembentukan yang tegas keterkaitan di dalam suatu mata pelajaran (antar topik, antar konsep, antar keterampilan, antar program lengkap 1 cawu dengan cawu berikutnya). Dapat pula keterkaitan antar bidang sains yang berada dalam 1 payung (misal: kimia – fisika – biologi)
¨      Bedanya dg model fragmentasi adalah keterkaitan diupayakan secaara sengaja oleh guru. Misal menghubungkan konsep pecahan dengan konsep desimal dalam kaitannya dengan uang dan angka.
¨      Kelebihannya: A) Dengan menghubungkan ide dlm suatu mapel, siswa memperoleh gambaran yang lebih luas dari suatu aspek; b)Siswa berkesempatan utk melakukan reviu, rekonseptualisasi, mengedit, mengasimilasi ide secara bertahap; dan pada taraf tertentu dpt melakukan transfer belajar.
¨      Kelemahannya: a) Meski telah diusahakan menghubungkan dengan tegas dlm rancangan pembelajaran, keberagaman mapel dalam model ini tetap terpisah dan nampak tidak berhubungan, shg materi tetap terpusat pada pada satu mata pelajaran.
¨      Model ini cocok sebagai langkah awal menuju suatu pembelajaran terpadu. Terutama jika didukung oleh kemauan guru dalam menemukan keterkaitan di dalam bidang studi mereka sendiri.

Model Sarang (Nested)

¨      Model ini merupakan suatu rancangan yang kaya yang digunakan oleh guru yang terampil. Keterampilan menjangkau hal yang lebih luas dan lebih jauh dari matteri pelajaran.
¨      Model ini perlu perencanaan yang matang dalam menyusun berbagai target. Di samping target tersebut, dapat mentarget keterampilan berfikir sebab akibat.
¨      Kelebihannya: a) Dapat menggabungkan dan mengelompokkan sejumlah tujuan dalam pengalaman belajar.; b) Belajar siswa diperkaya dan diperluas dengan memfokuskan pada inti melalui keterampilan berfikir sosial dan ide-ide lain.
¨      Kekurangannya: a) Dengan menggabungkan dua, tiga atau empat target belajar dalam satu mapel dapat membingungkan siswa; b) Prioritas-prioritas konseptual dari pelajaran dapat menjadi kabur karena siswa diarahkan untuk dapat melakukan beberapa tugas belajar pada saat yang bersamaan.
¨      Model ini cocok digunakan ketika guru mencoba menanamkan keterampilan berfikir dan bekerjasama dalam pelajaran-pelajaran intinya. Sementara itu sambil menambahkan fokus berfikir dan menargetkan keterampilan-ketrampilan sosial.
¨      Contoh penerapannya: Pengaruh panas pada zat

                                                                  Gas
                        Pengembunan                                            Penguapan

 Deposisi                                                  Cair                                                 Sublimasi
                       
                        Pembekuan                                                Peleburan
                                                                 Padat





Model Berurutan (Sequenced)

¨      Model ini menerapkan konsep baahwa suatu bahan ajar dari satu mapel dapat dipelajari dari mata pelajaran yang lain.
¨      Model ini dilakukan dengan cara guru merancang ulang tata urutan topik bahasannya sedemikian rupa sehingga unit yang saama dari mapel yang satu dengan yang lain saling berkesesuaian.
¨      Penerapannya: dua mata pelajaran murni berdiri sendiri-sendiri, penekanannya hanyalah dalam domain mata pelajaran (urutan P.B.)
¨      Kelebihannya; a) Dengan menata ulang urutan topik-topik, bab, unit bahan pelajaran, guru dapat memberikan prioritas tertentu daripada mereka mengikuti saja urutan dalam buku teks; b) Membantu pengalihan mapel yang dipelajari secara terpadu.
¨      Kelemahannya: Untuk mengkaji ulang tata urutan, guru perlu otonomi utk membuat tata urutan kurikulum.
¨      Model ini cocok digunakan sebagi langkah awal proses pengintegrasian dua mata pelajaran yang dapat saling memudahkan. Guru bersama sejawatnya dapat memulai dengan mendaftar muatan-muatan kurikulum secara terpiah, kemudian tim tsb mencoba mengurutkan materi-materi dari kedua mata pelajaran.

Model Patungan (Shared)

¨      Merupakan model PT yang mengintegrasikan ide-ide yang sama di antara dua mata pelajaran yang berbeda, tetapi antara satu sama lain overlap.
¨      Ciri khasnya model ini adalah: guru menciptakan pembelajaran yang memfokuskan pada konsep, skill, dan sikap yang sama di antara pelajaran-pelajaran ybs.;  Tidak sekedar mengurutkan topik dari 2 mapel.
¨      Kelebihannya: a) Guru dpt menggunakan waktu lebih banyak (waktu utk 2 mapel yg berbeda digabung); b) memudahkan terjadinya transfer belajar karena materi telah dikaji mendalam.
¨      Kekurangannya: a) Perlu banyak waktu utk pengembangannya; b) perlu fleksibilitas dan kompromi untuk keberhasilan implementasinya, perlu kekompakan tim; b) Untuk menemukan overlap konsep dalam mapel, perlu dialog yang mendalam antar guru mapel.

Model Jala-jala/Jaring Laba-laba (Webbed)

\        


Model Untaian Simpul (Threaded)

Ø  Model PT yang memfokuskan pada meta kurikulum yang menggantikan atau silang-menyilangkan beberapa atau semua pokok bahasan.
Ø  Dengan menggunakan keterampilan-keterampilan berfikir atau sosial ke dalam isi materi, dapat mengoptimalkan kegiatan yang dialami oleh siswa, sehingga pengalaman belajar lebih bermakna.
Ø  Kelebihannya: Guru memberi penekanan kepada tingkah laku metakognitif, sehingga siswa dapat belajar tentang bagaimana seharusnya mereka belajar.; b) setiap disiplin isinya tetap murni, siswa memperoleh tambahan pemikiran subordinat yang memiliki kekuatan transfer belajar.
Ø  Kelemahannya: a) Hubungan isi antar pelajaran tidak ditunjukkan secara eksplisit; b) Metakurikulum dimunculkan tetapi, tetapi disiplin-disiplin dibiarkan statis; c) Hubungan antar isi pelajaran tidak ditekankan; d) Guru perlu memahami keterampilan dan strategi-strategi yang digunakan.
Ø  Model ini cocok digunakan untuk mengintegrasikan kurikulum-kurikulum ketika suatu metakurikulum merupakan sesuatu yang dijadikan fokus.
Ø  Contoh penerapannya:


Model Integrasi/Keterpaduan (Integrated)

u         Model ini mirip dengan Shared model, tetapi dengan memadukan 4 macam disiplin ilmu yg utama, yang masing-masing pengajar menyusun prioritas dari disiplin ilmunya. Kemudian tim pengajar tsb. Mencari skil-skill, konsep-konsep, dan sikap-sikap yang saling overlap di dalam keempat disiplin ilmu tadi.
u        Tim antar disiplin mencari prioritas-prioritas pada masing-masing disiplin ilmunya, kemudian materi-materi yang overlap dibicarakan bersama anggota tim.
u        Kelebihannya: a) Siswa merasa senang dengan keterkaitan dan hubungan timbal balik antar berbagai disiplin ilmu; b) Memperluas wawasan dan apresiasi staf pengajar.
u        Kekuurangannya: a) Merupakan model yang sulit, pelik (jlimet) untuk diimplementasikan secara penuh; b) Membutuhkan keahl;ian guru yang tinggi; c) Perlu kerjasama tim antar mapel dengan halangan waktu perencanaan dan mengajar yang bersamaan. Ini berarti menyusun kembali rencana pelajaran; d) Perlu tanggung jawab dari berbagai sumber.
u        Cocok diterapkan pada kurikulum yang sarat materi.


u         Model Intensif – fokus 1 bidang (Immersed)

Ø  Immersed artinya terbenam. Maksudnya: berkecimpung dan mendalami suatu bidang atau keahlian. Jadi model ini diartikan  Pebelajar “terbenam” dalam bidang studi atau keahlian yang diminatinya.
Ø  Model ini merupakan model PT yang mengintegrasikan semua materi pelajaraan melalui sudut pandang siswaa secara mendetail dan secara internal diselesaaikan oleh siswa sendiri tanpa campur tangan pihak lain. Siswa mengintegrasikan data/informasi berdasarkan minat dan keahliannya.
Ø  Kelebihannya: a) Terjadi proses integrasi dalam diri siswa; b) Pebelajar merasa tak pernah merasa puas dalam menuntut ilmu; c) Terbentuknya keyakinan bahwa semakin banyak tahu, semakin tidak tahu; d) Pebelajar dappat membuat hubungan secara eksplisit dengan pebelajar yang lain.
Ø  Kekurangannya: a) Karena dipelajari hanya dari satu sudut pandang, maka apa yang dipelajari masih terasa dangkal; b) Perlu wawasan yang luas untuk mempelajari
Ø  Model ini cocok digunakan di perguruan tinggi. Model ini dibuat tanpa proses yang direncanakan atau disengaja, Hal ini terjadi begitu saja. Artinya dalam melaksanakan model ini Pebelajar tidak merencanakan proses belajar dari awal sampai akhir.
Ø  Contoh penggunaan: Seorang sarjana (kandidat doktor) mendalami bidang biokimia. Bidang spesialisasinya ikatan kimia. Meski demikian, ia juga mempelajari program komputer untuk menganalisis datanya dengan simulasi komputer. Ia juga nbelajar tentang hak paten untuk melindungi ide-idenya. Karena ia bekerja di perusahaan asing (Jepang), ia juga belajar bahasa Jepang.

Model Intensif & ekstensif fokus 1 masalah cakup berbagai bidang (Networking)

Ø  PT model ini ialah Pebelajar menyaring seluruh hasil proses belajarnya melalui minat keahliannya, kemudian menyusunnya dalam pola-pola hubungan internal yang dapat menuntunnya membuat jaringan kerja (networked) yang eksternal dengan para ahli dalam lingkup kajian yang berkaitan.
Ø  Model ini adalah cara belajar yang secara berkelanjutan berusaha mendapatkan sumber masukan informasi dari luar sehingga pebelajar senantiasa dapat memperbaharui, memperluas, mengekstrapolasi dan mempertajam ide-ide yang dimilikinya.
Ø  Kelebihannya: a) PT model ini bersifat pro-aktif, artinya pebelajar berinisiatif sendiri mencari. Pebelajar dirangsang melalui informasi, keterampilan atau konsep-konsep yang relevan yang terus menggerakkan aktivitas belajarnya sepanjang waktu. Oleh karena itu guru perlu menyediakan fasilitas/kebutuhan yang sesuai yang dapat mendorong siswa untuk belajar pada tingkat yang lebih tinggi.
Ø  Kekurangannya: a) mendorong tanggung jawab integrasi kepada pebelajar yang lebih daripada seorang guru.





Sumber: Fogarty, Robin. 1991. The Mindful School: How to Integrate the Curricula. Illinois: IRI/Skylight Publishing, Inc.

Perhatian!

"Setiap kali berbagi suatu tulisan, jangan lupa untuk selalu menyertakan nama sumbernya/link"